Karakteristik EURUSD, GBPUSD, USDJPY, dan Pasangan Mata Uang Lainnya
Karakteristik EURUSD, GBPUSD, USDJPY, dan Pasangan Mata Uang Lainnya — pelajari konsep, contoh, dan risiko sebelum menerapkannya dalam trading.
MODUL 2 — PEMAHAMAN PAIRS DALAM TRADING FOREX
MATERI 2.4 — KARAKTERISTIK EURUSD, GBPUSD, USDJPY, DAN PASANGAN MATA UANG LAINNYA
1. Pengantar: Setiap Currency Pair Memiliki Karakteristik Berbeda
Dalam trading forex, setiap pasangan mata uang memiliki karakteristik pergerakan harga, tingkat volatilitas, likuiditas, serta faktor fundamental yang berbeda. Memahami karakteristik tersebut merupakan bagian penting dari proses belajar trading karena tidak semua pasangan mata uang cocok untuk setiap trader atau setiap strategi.
Sebagai contoh, EURUSD sering digunakan oleh trader pemula karena likuiditasnya tinggi dan spread-nya cenderung kompetitif pada kondisi pasar normal. Sementara itu, GBPUSD dan GBPJPY dapat mengalami pergerakan harga yang cukup agresif pada kondisi tertentu.
Di sisi lain, USDJPY sering dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter Amerika Serikat dan Jepang. AUDUSD dapat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Australia dan Tiongkok, sedangkan USDCAD juga dapat dipengaruhi oleh perubahan harga minyak dunia.
Karena itu, trader perlu memahami tiga hal utama sebelum memilih pasangan mata uang:
- Faktor fundamental yang memengaruhi mata uang.
- Karakteristik pergerakan harga dan volatilitas.
- Waktu ketika pasangan mata uang tersebut aktif diperdagangkan.
Penting untuk dipahami bahwa karakteristik pasangan mata uang bukanlah aturan yang selalu berlaku. Kondisi pasar dapat berubah akibat kebijakan bank sentral, rilis data ekonomi, krisis global, dan perubahan sentimen investor.
2. EURUSD — Euro terhadap Dolar Amerika
EURUSD merupakan pasangan mata uang yang membandingkan nilai euro terhadap dolar Amerika Serikat. Pasangan ini termasuk salah satu pasangan forex yang paling banyak diperdagangkan di dunia.
EURUSD menunjukkan berapa banyak dolar Amerika yang dibutuhkan untuk membeli satu euro.
Sebagai contoh, apabila EURUSD berada di harga 1.1000, artinya satu euro bernilai 1,10 dolar Amerika.
Jika EURUSD naik dari 1.1000 menjadi 1.1050, euro menguat terhadap dolar Amerika atau dolar melemah terhadap euro. Sebaliknya, jika EURUSD turun menjadi 1.0950, euro melemah terhadap dolar atau dolar menguat terhadap euro.
Faktor yang Memengaruhi EURUSD:
a. Kebijakan Federal Reserve (The Fed)
The Fed merupakan bank sentral Amerika Serikat. Keputusan suku bunga, proyeksi ekonomi, dan pernyataan pejabat The Fed dapat memengaruhi kekuatan dolar Amerika.
Jika The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga akan dipertahankan tinggi lebih lama dari perkiraan pasar, dolar berpotensi menguat. Dalam kondisi lain yang setara, hal tersebut dapat memberikan tekanan turun pada EURUSD.
Sebaliknya, apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih dovish daripada ekspektasi pasar, dolar dapat melemah sehingga EURUSD berpotensi naik.
b. Kebijakan European Central Bank (ECB)
ECB merupakan bank sentral yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter kawasan euro.
Jika ECB memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish daripada ekspektasi pasar, euro dapat memperoleh dukungan. Sebaliknya, kebijakan yang lebih dovish dapat memberikan tekanan terhadap euro.
c. Data Ekonomi Amerika dan Kawasan Euro
Data yang dapat memengaruhi EURUSD antara lain:
- Consumer Price Index (CPI).
- Core CPI.
- Non-Farm Payrolls (NFP).
- Tingkat pengangguran.
- Gross Domestic Product (GDP).
- Purchasing Managers' Index (PMI).
- Data penjualan ritel.
- Keputusan suku bunga.
Dampak data tidak hanya ditentukan oleh apakah angka aktual lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan. Trader juga perlu menilai komponen data, revisi angka sebelumnya, ekspektasi pasar, dan respons bank sentral.
Karakteristik EURUSD:
- Likuiditas umumnya tinggi.
- Spread cenderung kompetitif dalam kondisi pasar normal.
- Aktif ketika pasar Eropa dan Amerika sama-sama ramai.
- Dapat bergerak tajam saat rilis data ekonomi penting.
- Sering digunakan untuk strategi intraday, scalping, dan swing trading, sesuai kondisi pasar.
EURUSD bukan berarti selalu lebih mudah atau lebih aman dibandingkan pasangan lain. Pergerakan harga tetap dapat menjadi sangat cepat saat terjadi berita berdampak tinggi.
3. GBPUSD — Pound Sterling terhadap Dolar Amerika
GBPUSD membandingkan nilai pound sterling Inggris terhadap dolar Amerika Serikat. Pasangan ini sering dikenal memiliki pergerakan yang cukup agresif pada periode tertentu.
GBPUSD menunjukkan berapa banyak dolar Amerika yang dibutuhkan untuk membeli satu pound sterling.
Sebagai contoh, jika GBPUSD berada di harga 1.2700, satu pound sterling bernilai 1,27 dolar Amerika.
Apabila GBPUSD naik, pound menguat terhadap dolar atau dolar melemah terhadap pound. Apabila GBPUSD turun, pound melemah terhadap dolar atau dolar menguat terhadap pound.
Faktor yang Memengaruhi GBPUSD:
a. Bank of England (BoE)
BoE merupakan bank sentral Inggris. Keputusan suku bunga dan pandangan BoE mengenai inflasi serta pertumbuhan ekonomi dapat memengaruhi nilai pound.
Kebijakan yang lebih hawkish daripada perkiraan pasar dapat mendukung GBP. Sebaliknya, kebijakan yang lebih dovish daripada perkiraan dapat menekan GBP.
b. Data Inflasi Inggris
Inflasi Inggris menjadi salah satu indikator penting bagi kebijakan moneter BoE.
Jika inflasi lebih tinggi daripada ekspektasi dan pasar menilai BoE akan mempertahankan kebijakan ketat, pound berpotensi menguat. Namun, dampaknya bergantung pada konteks data dan ekspektasi yang sudah tercermin dalam harga.
c. Data Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi
Data tenaga kerja, pertumbuhan GDP, penjualan ritel, serta PMI dapat memengaruhi penilaian pasar terhadap kondisi ekonomi Inggris.
Selain itu, data ekonomi Amerika juga dapat menggerakkan GBPUSD melalui perubahan nilai dolar.
Karakteristik GBPUSD:
- Dapat menunjukkan volatilitas tinggi.
- Berpotensi mengalami pergerakan cepat saat sesi Eropa dan Amerika aktif.
- Sensitif terhadap data ekonomi Inggris dan Amerika.
- Dapat menghasilkan candle besar ketika terjadi kejutan fundamental.
- Membutuhkan pengelolaan risiko yang disiplin, terutama ketika spread melebar.
Contoh penerapan:
Seorang trader melihat GBPUSD membentuk struktur bullish pada timeframe M15. Namun, beberapa menit kemudian akan dirilis data inflasi Inggris.
Trader tidak seharusnya langsung melakukan BUY hanya karena struktur terlihat bullish. Ia perlu mempertimbangkan risiko lonjakan harga, spread yang melebar, dan kemungkinan hasil data berbeda dari ekspektasi.
Analisis teknikal tetap dapat digunakan, tetapi risiko fundamental perlu diperhitungkan.
4. USDJPY — Dolar Amerika terhadap Yen Jepang
USDJPY membandingkan nilai dolar Amerika terhadap yen Jepang. Pasangan ini menunjukkan berapa banyak yen yang dibutuhkan untuk membeli satu dolar Amerika.
Sebagai contoh, jika USDJPY berada di harga 150.00, satu dolar Amerika bernilai 150 yen Jepang.
Jika USDJPY naik dari 150.00 menjadi 151.00, dolar menguat terhadap yen atau yen melemah terhadap dolar. Jika USDJPY turun menjadi 149.00, dolar melemah terhadap yen atau yen menguat terhadap dolar.
Faktor yang Memengaruhi USDJPY:
a. Kebijakan Federal Reserve
Kebijakan suku bunga The Fed dapat memengaruhi daya tarik dolar Amerika. Ekspektasi suku bunga Amerika yang meningkat relatif terhadap Jepang dapat mendukung USDJPY, apabila faktor lainnya tidak banyak berubah.
b. Kebijakan Bank of Japan (BoJ)
BoJ merupakan bank sentral Jepang. Perubahan kebijakan suku bunga, panduan kebijakan, serta tindakan terkait kondisi pasar dapat memengaruhi yen.
Apabila BoJ memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish daripada perkiraan pasar, yen dapat menguat dan USDJPY berpotensi turun.
c. Perbedaan Suku Bunga Amerika dan Jepang
Perbedaan tingkat suku bunga serta ekspektasi perubahan suku bunga kedua negara menjadi salah satu faktor penting bagi USDJPY.
Ketika imbal hasil aset Amerika lebih menarik dibandingkan aset Jepang, dolar dapat memperoleh dukungan. Namun, hubungan tersebut tidak selalu berjalan lurus karena pasar juga mempertimbangkan risiko, arus modal, dan ekspektasi kebijakan.
d. Sentimen Risiko Global
Dalam beberapa kondisi, yen dapat memperoleh permintaan ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Namun, respons yen bergantung pada situasi dan arus modal saat itu sehingga tidak selalu menguat setiap kali pasar mengalami ketidakpastian.
e. Intervensi Pemerintah Jepang
Pergerakan yen yang dianggap terlalu cepat atau berlebihan dapat memicu perhatian pemerintah Jepang dan otoritas terkait. Pernyataan resmi atau intervensi dapat meningkatkan volatilitas USDJPY.
Karakteristik USDJPY:
- Dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter Amerika dan Jepang.
- Sensitif terhadap perubahan imbal hasil obligasi dan ekspektasi suku bunga.
- Dapat mengalami pergerakan tajam saat muncul pernyataan otoritas Jepang.
- Dapat bergerak aktif pada sesi Asia maupun sesi Amerika, bergantung pada katalis pasar.
- Memerlukan perhatian khusus terhadap perubahan sentimen risiko global.
Kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap USDJPY pasti naik ketika dolar menguat. Yen juga dapat menguat lebih besar daripada dolar, sehingga USDJPY justru turun.
5. USDCHF — Dolar Amerika terhadap Franc Swiss
USDCHF membandingkan dolar Amerika dengan franc Swiss. Pasangan ini menunjukkan berapa banyak franc Swiss yang dibutuhkan untuk membeli satu dolar Amerika.
Franc Swiss sering dipandang sebagai salah satu mata uang yang dapat memperoleh permintaan ketika terjadi ketidakpastian global. Namun, status tersebut bukan jaminan bahwa franc akan selalu menguat ketika pasar mengalami tekanan.
Faktor yang Memengaruhi USDCHF:
- Kebijakan moneter The Fed.
- Keputusan suku bunga dan kebijakan Swiss National Bank (SNB).
- Inflasi serta pertumbuhan ekonomi Swiss.
- Sentimen risiko global.
- Arus modal menuju atau keluar dari aset yang dianggap aman.
- Perubahan kekuatan dolar Amerika secara keseluruhan.
Karakteristik USDCHF:
- Dapat dipengaruhi oleh perubahan sentimen risiko.
- Memiliki hubungan dengan dinamika dolar dan franc Swiss.
- Tidak selalu bergerak berlawanan dengan EURUSD, meskipun hubungan tertentu dapat muncul dalam kondisi pasar yang sama.
- Perlu dianalisis dengan memperhatikan kebijakan SNB dan The Fed.
Contoh:
Jika pasar mengalami ketidakpastian global, permintaan terhadap franc Swiss dapat meningkat. Dalam kondisi tersebut, USDCHF mungkin mengalami tekanan turun. Namun, apabila dolar Amerika juga mengalami permintaan besar sebagai aset yang dianggap aman, pergerakannya bisa berbeda.
6. AUDUSD — Dolar Australia terhadap Dolar Amerika
AUDUSD membandingkan dolar Australia dengan dolar Amerika. Pasangan ini dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Australia, kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA), harga komoditas, serta perkembangan ekonomi Tiongkok.
Australia memiliki hubungan perdagangan yang penting dengan Tiongkok. Karena itu, perubahan prospek pertumbuhan Tiongkok dapat memengaruhi sentimen terhadap dolar Australia, meskipun pengaruhnya tidak selalu langsung.
Faktor yang Memengaruhi AUDUSD:
a. Kebijakan Reserve Bank of Australia
Perubahan suku bunga dan panduan kebijakan RBA dapat memengaruhi daya tarik dolar Australia.
b. Data Ekonomi Australia
Inflasi, ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi, dan penjualan ritel dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan RBA.
c. Perkembangan Ekonomi Tiongkok
Perubahan permintaan terhadap komoditas serta prospek pertumbuhan Tiongkok dapat memengaruhi sentimen terhadap AUD.
d. Harga Komoditas dan Sentimen Risiko
Australia merupakan eksportir sejumlah komoditas. Perubahan harga komoditas dan sentimen terhadap aset berisiko dapat memengaruhi AUD, tetapi dampaknya bergantung pada jenis komoditas dan kondisi pasar.
Karakteristik AUDUSD:
- Dapat aktif selama sesi Asia dan periode perdagangan lainnya ketika muncul katalis penting.
- Sensitif terhadap data Australia dan perkembangan Tiongkok.
- Dapat dipengaruhi oleh sentimen risiko global.
- Perlu diperiksa bersama pergerakan dolar Amerika agar analisis tidak hanya berfokus pada AUD.
7. USDCAD — Dolar Amerika terhadap Dolar Kanada
USDCAD membandingkan dolar Amerika dengan dolar Kanada. Pasangan ini menunjukkan berapa banyak dolar Kanada yang dibutuhkan untuk membeli satu dolar Amerika.
Kanada merupakan salah satu negara produsen dan eksportir minyak. Karena itu, harga minyak dunia dapat memengaruhi prospek ekonomi Kanada dan sentimen terhadap dolar Kanada.
Faktor yang Memengaruhi USDCAD:
a. Kebijakan The Fed dan Bank of Canada
Perbedaan kebijakan moneter kedua bank sentral dapat memengaruhi kekuatan relatif dolar Amerika dan dolar Kanada.
b. Harga Minyak Dunia
Kenaikan harga minyak dapat mendukung dolar Kanada dalam kondisi tertentu karena pengaruhnya terhadap prospek pendapatan ekspor dan ekonomi Kanada. Apabila dolar Kanada menguat sementara dolar Amerika relatif stabil, USDCAD dapat turun.
Namun, hubungan antara minyak dan USDCAD tidak selalu konsisten. Faktor global, kondisi produksi, permintaan, serta kekuatan dolar Amerika dapat mengubah respons pasar.
c. Data Ekonomi Kanada
Data inflasi, ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi, dan penjualan ritel dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan Bank of Canada.
Karakteristik USDCAD:
- Dapat dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika dan Kanada.
- Harga minyak menjadi salah satu faktor tambahan yang perlu diperhatikan.
- Dapat bergerak aktif saat sesi Amerika.
- Tidak tepat untuk menentukan arah USDCAD hanya berdasarkan kenaikan atau penurunan harga minyak.
8. NZDUSD — Dolar Selandia Baru terhadap Dolar Amerika
NZDUSD membandingkan dolar Selandia Baru dengan dolar Amerika. Pasangan ini dapat dipengaruhi oleh kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), data ekonomi Selandia Baru, perkembangan Tiongkok, serta kondisi perdagangan komoditas.
Selandia Baru memiliki sektor ekspor yang mencakup produk pertanian dan susu. Oleh karena itu, perkembangan harga serta permintaan terhadap produk tersebut dapat menjadi bagian dari faktor yang diperhatikan pasar.
Faktor yang Memengaruhi NZDUSD:
- Kebijakan suku bunga RBNZ.
- Data inflasi dan tenaga kerja Selandia Baru.
- Pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik.
- Permintaan terhadap produk ekspor Selandia Baru.
- Perkembangan ekonomi Tiongkok.
- Perubahan kekuatan dolar Amerika.
Karakteristik NZDUSD:
- Dapat dipengaruhi oleh sentimen terhadap komoditas dan perdagangan internasional.
- Pergerakannya dapat berkaitan dengan AUDUSD, tetapi keduanya tidak selalu bergerak searah.
- Perlu memperhatikan likuiditas dan spread broker pada waktu perdagangan tertentu.
- Bisa mengalami volatilitas tinggi ketika muncul kejutan kebijakan moneter atau data ekonomi.
9. Mengenal Cross Currency Pairs
Selain pasangan mata uang yang melibatkan dolar Amerika, terdapat pasangan mata uang yang disebut cross currency pairs atau pasangan silang.
Pasangan silang adalah pasangan mata uang yang tidak melibatkan USD secara langsung.
Contohnya adalah EURGBP, EURJPY, GBPJPY, dan AUDJPY.
EURGBP
EURGBP membandingkan euro dengan pound sterling. Pergerakannya mencerminkan perubahan kekuatan relatif euro dan pound.
Faktor yang diperhatikan antara lain kebijakan ECB, kebijakan BoE, data ekonomi kawasan euro, serta data ekonomi Inggris.
Jika euro menguat relatif terhadap pound, EURGBP berpotensi naik. Jika pound menguat relatif terhadap euro, EURGBP berpotensi turun.
GBPJPY
GBPJPY membandingkan pound sterling dengan yen Jepang. Pasangan ini dapat menunjukkan pergerakan besar karena dipengaruhi oleh karakteristik pound dan yen.
Faktor yang dapat memengaruhinya meliputi kebijakan BoE dan BoJ, perbedaan suku bunga, sentimen risiko, serta perubahan arus modal.
GBPJPY dapat mengalami volatilitas tinggi pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, trader perlu memperhatikan ukuran posisi, jarak stop loss, spread, dan potensi lonjakan harga.
EURJPY
EURJPY membandingkan euro dengan yen Jepang. Pasangan ini dapat dipengaruhi oleh kebijakan ECB dan BoJ, perbedaan ekspektasi suku bunga, serta sentimen risiko global.
Hal penting mengenai cross pairs adalah spread dan likuiditasnya dapat berbeda-beda antarbroker dan waktu perdagangan. Jangan menganggap semua pasangan silang lebih volatil daripada pasangan mayor; periksa kondisi aktualnya.
10. Bagaimana Memilih Currency Pair yang Tepat?
Pemilihan pasangan mata uang sebaiknya disesuaikan dengan strategi, waktu yang tersedia, toleransi risiko, dan pemahaman terhadap faktor penggeraknya.
Bagi pemula, pendekatan yang masuk akal adalah mempelajari satu atau dua pasangan terlebih dahulu, kemudian menambah pasangan lain setelah memahami karakteristiknya.
Berikut beberapa pertimbangan penting.
Pertama, periksa spread.
Spread merupakan selisih antara harga bid dan ask. Spread yang lebih besar dapat meningkatkan biaya transaksi, terutama bagi trader yang sering membuka dan menutup posisi.
Kedua, periksa volatilitas.
Volatilitas menunjukkan seberapa besar harga berubah dalam suatu periode. Volatilitas tinggi dapat menciptakan peluang, tetapi juga meningkatkan risiko. Stop loss yang terlalu sempit dapat lebih mudah tersentuh oleh fluktuasi normal pasar.
Ketiga, perhatikan waktu perdagangan.
Setiap pasangan dapat memiliki periode aktivitas yang berbeda. EURUSD dan GBPUSD sering aktif ketika pasar Eropa dan Amerika ramai. Pasangan yang melibatkan JPY atau AUD juga dapat menunjukkan aktivitas penting selama sesi Asia, terutama ketika terdapat berita atau katalis terkait.
Keempat, periksa kalender ekonomi.
Sebelum membuka posisi, ketahui apakah ada rilis data berdampak tinggi dari negara yang mata uangnya terlibat.
Kelima, pilih pasangan yang dapat dipantau secara konsisten.
Tidak perlu memantau semua pasangan sekaligus. Fokus pada pasangan yang paling dipahami dapat membantu trader mengembangkan proses analisis yang lebih teratur.
11. Cara Menganalisis Currency Pair Secara Praktis
Untuk memahami karakteristik suatu pasangan mata uang, trader dapat menggunakan langkah-langkah berikut.
Langkah 1: Identifikasi mata uang yang terlibat.
Contohnya, pada GBPUSD terdapat pound sterling dan dolar Amerika. Trader perlu mempertimbangkan faktor yang memengaruhi kedua mata uang tersebut.
Langkah 2: Periksa kalender ekonomi.
Cari tahu apakah ada rilis data dari Inggris atau Amerika yang berpotensi mengubah ekspektasi pasar.
Langkah 3: Tentukan konteks fundamental.
Nilai apakah informasi yang tersedia cenderung mendukung pound, mendukung dolar, atau belum memberikan arah yang jelas.
Langkah 4: Analisis struktur harga.
Gunakan timeframe yang sesuai dengan strategi untuk mengamati tren, support dan resistance, breakout, serta struktur market.
Langkah 5: Periksa volatilitas dan biaya transaksi.
Pastikan spread dan kondisi harga sesuai dengan strategi yang akan digunakan.
Langkah 6: Susun rencana risiko.
Tentukan level invalidasi, stop loss, target keuntungan, serta ukuran posisi sebelum masuk pasar.
Langkah 7: Evaluasi hasilnya.
Catat alasan masuk, kondisi pasar, hasil transaksi, dan kesalahan yang terjadi. Lakukan evaluasi berdasarkan kumpulan transaksi, bukan satu transaksi saja.
Contoh penerapan:
Seorang trader ingin menganalisis EURUSD sebelum rilis data inflasi Amerika. Ia melihat struktur harga sedang bullish pada timeframe M15.
Namun, data inflasi berpotensi mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Trader tidak langsung membuka BUY hanya karena struktur M15 terlihat bullish.
Ia memeriksa kalender ekonomi, menilai kondisi spread dan volatilitas, lalu menentukan apakah akan menunggu data dirilis atau menunggu konfirmasi harga setelah berita.
Pendekatan ini membantu trader menghindari keputusan impulsif. Meskipun demikian, tidak ada metode yang dapat menjamin hasil transaksi selalu benar.
12. Kesalahan Umum Saat Memilih Currency Pair
Kesalahan pertama adalah menganggap satu pasangan selalu mudah menghasilkan keuntungan.
Tidak ada pasangan yang selalu memberikan peluang terbaik. Kondisi pasar dan strategi yang digunakan menentukan apakah suatu pasangan cocok untuk sebuah transaksi.
Kesalahan kedua adalah memilih pasangan hanya karena pergerakannya besar.
Pergerakan besar tidak selalu berarti peluang yang lebih baik. Volatilitas tinggi dapat meningkatkan risiko kerugian jika ukuran posisi dan stop loss tidak disesuaikan.
Kesalahan ketiga adalah mengabaikan spread.
Spread dapat meningkat saat pasar sepi, menjelang berita penting, atau ketika kondisi likuiditas berubah.
Kesalahan keempat adalah hanya melihat satu mata uang.
Pada EURUSD, trader harus memahami euro dan dolar Amerika. Kekuatan salah satu mata uang tidak cukup untuk menentukan arah pasangan tanpa mempertimbangkan mata uang lainnya.
Kesalahan kelima adalah menganggap korelasi selalu tetap.
EURUSD dan GBPUSD, misalnya, dapat bergerak searah pada kondisi tertentu karena sama-sama melibatkan USD. Namun, keduanya dapat bergerak berbeda ketika muncul berita khusus dari Inggris atau kawasan euro.
Kesalahan keenam adalah membuka banyak posisi pada pasangan yang berkorelasi.
Membuka beberapa posisi yang sama-sama terpapar pada penguatan atau pelemahan USD dapat meningkatkan risiko gabungan, meskipun nama pasangan dan level entry berbeda.
Kesalahan ketujuh adalah menggunakan stop loss dan ukuran posisi yang sama untuk semua pasangan tanpa mempertimbangkan volatilitas, nilai pip, dan spesifikasi kontrak broker.
13. Kesimpulan Materi
Setiap currency pair memiliki karakteristik dan faktor penggerak yang berbeda.
EURUSD dipengaruhi oleh kondisi ekonomi kawasan euro dan Amerika. GBPUSD sensitif terhadap perkembangan ekonomi Inggris dan Amerika serta dapat mengalami volatilitas tinggi. USDJPY banyak dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter Amerika dan Jepang. USDCHF dapat dipengaruhi oleh sentimen risiko dan kebijakan Swiss. AUDUSD, USDCAD, dan NZDUSD memiliki faktor tambahan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi serta perdagangan masing-masing negara.
Sementara itu, cross pairs seperti EURGBP dan GBPJPY memungkinkan trader menganalisis kekuatan relatif dua mata uang tanpa melibatkan USD secara langsung.
Prinsip terpenting adalah memahami pasangan yang diperdagangkan, memeriksa kondisi pasar, dan mengelola risiko. Tidak ada pasangan mata uang yang selalu aman, selalu volatil, atau selalu menguntungkan.
14. Evaluasi Materi 2.4
Jawablah pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman Anda.
- Apa yang dimaksud dengan karakteristik currency pair?
- Mengapa EURUSD termasuk pasangan mata uang yang banyak diperdagangkan?
- Sebutkan tiga faktor fundamental yang dapat memengaruhi EURUSD.
- Mengapa GBPUSD dapat mengalami volatilitas tinggi ketika data ekonomi Inggris dirilis?
- Apa arti kenaikan harga USDJPY dari 150.00 menjadi 151.00?
- Bagaimana perbedaan kebijakan moneter The Fed dan Bank of Japan dapat memengaruhi USDJPY?
- Mengapa franc Swiss terkadang memperoleh permintaan ketika terjadi ketidakpastian global?
- Apa hubungan yang mungkin terjadi antara AUDUSD dan perkembangan ekonomi Tiongkok?
- Mengapa harga minyak dapat memengaruhi USDCAD?
- Sebutkan tiga faktor yang dapat memengaruhi NZDUSD.
- Apa yang dimaksud dengan cross currency pair? Berikan dua contohnya.
- Mengapa GBPJPY membutuhkan pengelolaan risiko yang disiplin ketika volatilitas meningkat?
- Mengapa trader tidak boleh menentukan arah EURUSD hanya berdasarkan kekuatan dolar Amerika?
- Apa dampak spread yang melebar terhadap biaya transaksi?
- Sebutkan minimal lima langkah yang dapat dilakukan sebelum membuka posisi pada sebuah currency pair.
15. Materi Selanjutnya
Pada materi berikutnya, kita akan membahas:
MATERI 2.5 — PENGENALAN XAUUSD DAN BTCUSD
Materi tersebut akan menjelaskan perbedaan forex, emas, dan Bitcoin; cara membaca simbol XAUUSD dan BTCUSD; faktor yang memengaruhi pergerakan harga; karakteristik volatilitas; serta risiko yang perlu dipahami sebelum memperdagangkan kedua instrumen tersebut.
